<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278</id><updated>2011-05-29T06:43:54.011-07:00</updated><title type='text'>Today is better</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110533792115790236</id><published>2004-02-21T22:14:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T22:18:41.156-08:00</updated><title type='text'>Ibu </title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?".&lt;br /&gt;Tuhanpun menjawab. "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu." Si kecil bertanya lagi, "Tapi, disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.  Tuhanpun menjawab, "Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia." Namun si kecil bertanya lagi, "Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai? &lt;br /&gt;Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia." Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"&lt;br /&gt;Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa." Lagi-lagi, si kecil menyelidik, "Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?  Tuhanpun menjawab, "Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu." Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi. Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu." &lt;br /&gt;Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...."  Tuhanpun kembali menjawab. "Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu..." &lt;br /&gt;~Author Unknown&lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;IYa ibu, adalah sosok yang menjaga kita, sejak kita belum mengerti apa itu a, b, hingga z. Ialah pahlawan kita, dengan pengorbanan yang sangat sangat banyak. Oleh karenanya tunjukkan kalau kita sayang pada Beliau. Tunjukkan kalau kita menghormat Beliau. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110533792115790236?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110533792115790236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110533792115790236' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533792115790236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533792115790236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/02/ibu.html' title='Ibu '/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110527141026581749</id><published>2004-02-11T10:40:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T03:55:06.333-08:00</updated><title type='text'>Pemberian Terbaik</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.  Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya. &lt;br /&gt;Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan. &lt;br /&gt;Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku...berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku..."  Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.&lt;br /&gt;Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja. &lt;br /&gt;Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa saying dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini...."&lt;br /&gt;Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap. &lt;br /&gt;Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya...."  Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.  Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan. &lt;br /&gt;Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu. Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110527141026581749?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110527141026581749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110527141026581749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110527141026581749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110527141026581749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/02/pemberian-terbaik.html' title='Pemberian Terbaik'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110527130930035396</id><published>2004-02-09T03:44:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T03:48:29.300-08:00</updated><title type='text'>Pematung Raja</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini.  Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana. &lt;br /&gt;Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya. &lt;br /&gt;Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang memeriksa tugas yang di perintahkannya. “Bagus. Bagus sekali, ujar sang Raja. “Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini.”  Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar taman. “Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas,” ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak.”&lt;br /&gt;Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas. Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya. “Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana.” &lt;br /&gt;Menyesal dengan perrbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, seperti apakah kita menghargai diri sendiri? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki. &lt;br /&gt;Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-main. Allah menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna. &lt;br /&gt;Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak diletakkan di tempat utama? &lt;br /&gt;Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak. Karena hanya Allah lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan keikhlasan.  Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah "patung" diri Anda dengan indah! &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110527130930035396?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110527130930035396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110527130930035396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110527130930035396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110527130930035396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/02/pematung-raja.html' title='Pematung Raja'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526912397949460</id><published>2004-02-05T12:19:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T03:12:03.980-08:00</updated><title type='text'>Jendela Rumah Sakit</title><content type='html'>Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. &lt;br /&gt;Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan. &lt;br /&gt;Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.  "Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah." &lt;br /&gt;Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah. &lt;br /&gt;Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.  Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.  Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar. &lt;br /&gt;Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!&lt;br /&gt;Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.  "Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu. (Source Unknown)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, saya percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.  Saya juga percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya. &lt;br /&gt;Saya percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai  dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya percaya, kita, saya dan juga Anda, mampu untuk melakukan itu semua. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, dengan sopan, akan selalu lebih baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal. Sampaikanlah semua itu dengan bijak, dengan santun. Saya percaya kita bisa. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526912397949460?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526912397949460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526912397949460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526912397949460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526912397949460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/02/jendela-rumah-sakit.html' title='Jendela Rumah Sakit'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526853507207923</id><published>2004-02-04T23:39:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T03:07:44.533-08:00</updated><title type='text'>Sepasang Sepatu  </title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang raja baru yang sangat berkuasa. Negrinya luas, meliputi segenap gunung dan lembah. Rakyatnya banyak, hingga sampai ke ujung pantai dan dalamnya hutan.  Sang Raja pun sangat perhatian dengan rakyatnya. Hingga, ia sering berkeliling, dan melakukan pengecekan di setiap wilayah kekuasaannya. Ia ingin lebih dekat dengan rakyatnya dan mengetahui apa yang dirasakan mereka.  Karena dia baru saja memerintah, sang Raja tak paham dengan semua tanah kekuasaannya. Saat kembali ke istana setelah perjalanan itu, ia merasa sangat lelah. Kakinya nyeri dan sakit, setelah melakukan perjalanan panjang. Jalan yang ditempuhnya memang jauh dan berliku. Sebab, sang Raja enggan untuk di tandu, dan memilih untuk berjalan kaki, bersama dengan pasukannya.  &lt;br /&gt;Sang Raja mengeluh dengan keadaannya ini. Sambil memegang kakinya yang sakit, sang Raja berpikir bagaimana caranya agar ia tak perlu merasakan nyeri ini setiap berjalan jauh. Ah, dia menemukan penyelesaian. "Kalau saja, setiap jalan yang aku lewati dilapisi dengan kulit, dan permadani, tentu, aku akan merasa nyaman.", begitu gumamnya dalam hati. "Aku tentu tak akan perlu merasakan sakit seperti ini."&lt;br /&gt;Akhirnya sang Raja memerintahkan prajuritnya untuk melapisi setiap jalan yang di tempuhnya dengan kulit. Semua jalan, tanpa kecuali. Namun, sebelum sang Prajurit bergegas untuk melaksanakan, penasehat Raja menyuruhnya untuk berhenti. Sang Penasehat lalu berkata, "Duli Tuanku, tentu, rencana ini akan memerlukan banyak sekali kulit dan permadani. Kita akan butuh banyak biaya, dan akan mengurangi keuangan kerajaan. Sang Raja tampak heran, dan berkata, "Lalu, apa pendapatmu tentang hal ini? Penasehat Raja lalu menghampiri sang Raja, kemudian berujar, "Tuanku, mengapa baginda harus mengeluarkan banyak biaya untuk hal ini? Kenapa Baginda tidak memotong sedikit saja dari kulit itu dan melapisinya di kaki Baginda? &lt;br /&gt;Baginda terkejut. Namun, tak lama kemudian, Raja setuju dengan usul membuat "sepatu" itu untuk dirinya. Akhirnya, Raja membatalkan niatnya untuk membuat jalan dengan kulit. Ia dapat terus melakukan kunjungan ke rakyatnya, tanpa takut lelah dan nyeri kesakitan. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu. &lt;br /&gt;Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat disana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri. &lt;br /&gt;Dan teman, jalan yang di tempuh oleh sang Raja memang panjang dan berliku. Ruas&lt;br /&gt;yang ditempuhnya memang terjal dan berbatu. Namun, haruskah ia melapisi semuanya dengan permadani berbulu? Haruskah jalan-jalan itu dibuat landai dan tenang, dan menutupnya dengan kulit yang halus?&lt;br /&gt;Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan sepatu, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu? &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526853507207923?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526853507207923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526853507207923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526853507207923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526853507207923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/02/sepasang-sepatu.html' title='Sepasang Sepatu  '/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526816120737730</id><published>2004-01-30T14:47:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:56:01.206-08:00</updated><title type='text'>Pencuri</title><content type='html'>Suatu ketika, tinggallah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu, terdiri dari orangtua, dan kedua anak laki-lakinya. Kekayaan mereka sangatlah berlimpah. Lumbung mereka, penuh dengan tumpukan padi dan gandum. Ladang mereka luas, lengkap dengan ratusan hewan ternak. &lt;br /&gt;Namun, pada suatu malam, ada pencuri yang datang ke lumbung mereka. Sebagian besar padi yang baru di tuai, lenyap tak berbekas. Tak ada yang tahu siapa pencuri itu. Kejadian itu terus berulang, hingga beberapa malam berikutnya. Akan tetapi, tak ada yang mampu menangkap pencurinya. &lt;br /&gt;Sang tuan rumah tentu berang dengan hal ini. "Pencuri terkutuk!!, akan kuikat dia kalau sampai kutangkap dengan tanganku sendiri." Begitu teriak sang tuan rumah. "Aku akan menangkap sendiri, biar rasakan pembalasanku."&lt;br /&gt;Kedua anaknya, mulai ikut bicara. "Ayah, biarlah kami saja yang menangkap pencuri itu. Kami sudah cukup mampu melawannya. Kami sudah cukup besar, tentu, pencuri-pencuri itu akan takluk di tangan kami. "Ijinkan kami menangkapnya Ayah!"&lt;br /&gt;Tak disangka, sang Ayah berpendapat lain. "Jangan. Kalian masih muda dan belum berpengalaman. Kalian masih belum mampu melawan mereka. Lihat tangan kalian, masih tak cukup kuat untuk menahan pukulan. Ilmu silat kalian masih sedikit. Kalian lebih baik tinggal saja di rumah. Biar aku saja yang menangkap mereka." Mendengar perintah itu, kedua anaknya hanya mampu terdiam. &lt;br /&gt;Penjagaan memang diperketat, namun, tetap saja keluarga itu kecurian. Sang Ayah masih saja belum mampu menangkap pencurinya. Malah, kini hewan ternak yang mulai di ambil. Ia sangat putus asa dengan hal ini. Dengan berat hati, di datangilah Kepala Desa untuk minta petunjuk tentang masalah yang dialaminya. Diceritakannya semua kejadian pencurian itu.&lt;br /&gt;Kepala Desa mendengarkan dengan cermat. Ia hanya berkata, "Mengapa tak biarkan kedua anakmu yang menjaga lumbung? Mengapa kau biarkan semua keinginan mereka tak kau penuhi? Ketahuilah, wahai orang yang sombong, sesungguhnya, engkau adalah "pencuri" harapan-harapan anakmu itu. Engkau tak lebih baik dari pencuri-pencuri hartamu. Sebab, engkau tak hanya mencuri harta, tapi juga mencuri impian-impian, dan semua kemampuan anak-anakmu. Biarkan mereka yang menjaganya, dan kau cukup sebagai pengawas."&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata itu, sang Ayah mulai sadar. Pada esok malam, diijinkanlah kedua anaknya untuk ikut menjaga lumbung. Dan tak berapa malam kemudian, ditangkaplah pencuri-pencuri itu, yang ternyata adalah penjaga lumbung mereka sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, pernahkan Anda bertanya kepada anak kecil tentang cita-cita dan harapan mereka? Ya, bisa jadi kita akan mendapat beragam jawaban. Suatu ketika mereka akan menjadi pilot, dan ketika lain mereka memilih untuk menjadi dokter. Suatu saat mereka akan mengatakan ingin bisa terbang, dan saat lain berteriak ingin dapat berenang seperti ikan. Walaupun pada akhirnya kita tahu hanya ada satu jawaban kelak, namun, pantaskah jika kita melarang mereka semua untuk punya harapan dan impian? &lt;br /&gt;Begitulah, seperti halnya dalam cerita diatas, ada banyak pencuri-pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita. Mereka, mencuri semua impian, dan merampas harapan-harapan yang kita lambungkan. Mereka, selalu menghadang setiap langkah kita untuk mencapai tujuan-tujuan hidup. &lt;br /&gt;Bisa jadi, pencuri-pencuri itu bisa hadir dalam bentuk orangtua, teman, saudara, atau bahkan rekan kerja. Namun, yang sering terjadi adalah, kita sendirilah pencuri harapan dan impian itu. Kita sendirilah pencuri yang paling besar menghadang setiap langkah. Kita sering temukan dalam diri, perasaan takut, ragu, dan bimbang dalam melangkah. &lt;br /&gt;Terlalu sering kita mendengarkan suara kecil yang mengatakan, "Saya tidak bisa, saya tidak mampu." Atau, sering kita berucap, "Sepertinya, saya tak akan mungkin mengatasinya." "jangan, jangan lakukan ini sekarang, lakukan ini nanti saja. Terus seperti itu. Kegagalan, sering kita jadikan peniadaan dalam melangkah. &lt;br /&gt;Namun, teman, seringkali bisa keliru. Kegagalan, adalah sebuah cara Allah untuk menunjukkan kepada kita tentang arti kesungguhan. Kegagalan, adalah pertanda tentang sebuah usaha yang tak akan berakhir. Kegagalan, adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana meraih semua harapan yang terlewat. &lt;br /&gt;Memang, tak ada kesuksesan yang diraih dalam semalam. Karena itu, yakinlah, dengan kesabaran kita akan dapat meraih semua harapan dan impian. Maka, yakinlah dengan semua impian kita. Jika kita mampu, dan nurani kita mengatakan setuju, jangan biarkan orang lain mencuri impian itu--terutama oleh diri kita sendiri. &lt;br /&gt;Dan teman, jangan jadikan diri kita pencuri-pencuri impian orang lain. Yakinlah dengan itu semua, sebab Allah selalu akan bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526816120737730?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526816120737730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526816120737730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526816120737730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526816120737730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/pencuri.html' title='Pencuri'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526778787525887</id><published>2004-01-27T11:47:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:49:47.876-08:00</updated><title type='text'>You Still Have Hope</title><content type='html'>If you can look at the sunset and smile, then you still have hope. &lt;br /&gt;If you can find beauty in the colors of a small flower, then you still have hope. &lt;br /&gt;If you can find pleasure in the movement of a butterfly, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If the smile of a child can still warm your heart, &lt;br /&gt;then you still have hope. &lt;br /&gt;If you can see the good in other people, &lt;br /&gt;then you still have hope. &lt;br /&gt;If the rain breaking on a rooftop can still lull you to sleep, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If the sight of a rainbow still makes you stop and stare in wonder, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If the soft fur of a favored pet still feels pleasant under your fingertips, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you meet new people with a trace of excitement and optimism, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If you give people the benefit of a doubt, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If you still offer your hand in friendship to others that have touched your life,&lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If receiving an unexpected card or letter still brings a pleasant surprise, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the suffering of others still fills you with pain and frustration, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If you refuse to let a friendship die, or accept that it must end, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If you look forward to a time or place of quiet and reflection, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If you still watch love stories or want the endings to be happy, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you can look to the past and smile, &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;If, when faced with the bad, when told everything is futile, &lt;br /&gt;you can still look&lt;br /&gt;up and end the conversation with the phrase... "yeah...BUT.." &lt;br /&gt;then you still have hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Author Unknown&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, harapan adalah sesuatu yang menakjubkan. Jalin-jemalin yang hadir didalam harapan, selalu mengikat jiwa manusia, walau kadang ikatan itu tak tampak.&lt;br /&gt;Harapan, akan selalu menguatkan tangan-tangan kita, saat yang lainnya melepaskannya. Harapan, akan selalu membuat kita tersenyum, saat semuanya menangis. Harapan, akan selalu membuat kepala kita tegak, dan menatap jauh ke depan, saat begitu banyak tantangan yang hadir. Harapan, adalah kekuatan yang diberikan Allah, bagi kita untuk terus mau berusaha. &lt;br /&gt;Harapan, akan melukiskan senyuman di wajah kita, walaupun hati sedang gundah.&lt;br /&gt;Harapan akan menunjukkan arah bagi kaki-kaki kita, walaupun mata kita tak melihat jejak-jejak itu. Harapan akan memberikan dorongan, walaupun jiwa kita sedang dalam kebingungan.&lt;br /&gt;Harapan, adalah juga sesuatu yang indah. Harapan adalah sesuatu yang harus disyukuri, yang memberikan kesegaran bagi setiap jiwa yang kering. Dan teman, harapan, dapat ditemukan dimana saja. Di setiap hati kita. Di setiap jiwa kita. Sebab, harapan adalah dian, adalah nyala, yang akan memberikan cahaya, dalam tempat yang gelap tanpa warna.&lt;br /&gt;Teman, jangan pernah kehilangan harapan.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526778787525887?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526778787525887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526778787525887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526778787525887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526778787525887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/you-still-have-hope.html' title='You Still Have Hope'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526750694059319</id><published>2004-01-23T21:35:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:45:06.940-08:00</updated><title type='text'>Tembok </title><content type='html'>Suatu ketika, semua anggota tubuh dapat berbicara. Maka, tersebutlah sepotong tangan kanan yang sangat sombong. Ia merasa, bahwa hanya dialah yang paling berguna, yang paling sering dipakai. Ia merasa, tangan kanan lah yang paling berhak untuk menyandang semua kebaikan dan pujian. &lt;br /&gt;Tangan kanan ini, seringkali mencemooh tangan kiri. Ia, kerap membanggakan diri, dan menyebut si tangan kiri sebagai tangan yang tak berguna. Tangan kanan sesumbar, "Lihatlah aku. Akulah yang paling baik, dan aku hanya dipergunakan untuk hal-hal baik.". Ia meneruskan kesombongannya, "Akulah yang melakukan semua hal berguna, makan, minum, menulis, dan menderma...ha..ha...ha" &lt;br /&gt;"Tapi lihat dirimu, hei tangan kiri," ujarnya sambil mencibir, "Kamu hanya dipakai untuk hal-hal kotor. "Tak ada kebaikan yang pernah kamu lakukan, kamu tangan yang tak berguna!" Tangan kiri hanya termenung sedih. Ia berharap, bias melakukan kebaikan untuk tuannya.  Tangan kanan terus sesumbar dengan kelebihannya, namun, hal itu membuat tubuh sang tuan kehilangan keseimbangan. Tanpa disengaja, ada buku tebal yang terjatuh akibat tangan kanan yang sibuk menggapai-gapai dan mengenai lemari. Buku itu terlempar dan mengenai kepala dan tangan kanannya. "Adduh...adduh... keduanya kesakitan." Sang tuan pun pingsan.&lt;br /&gt;Tangan kiri, yang semula sedih, cepat tanggap. Ia lalu menggapai-gapai, meminta pertolongan. Lambaian tangan itu, menarik perhatian orang, dan membuat sang tuan cepat tertolong. Tangan kiri pun kini bahagia, sebab, ia tak hanya  menolong si tangan kanan, tapi, ia juga menyelamatkan tuan dan seluruh anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, begitulah. Kadang, kita tak bisa meraup segalanya dalam satu tangan. Sering, kita tak mampu menangani semua hal hanya dengan satu genggaman. Maka, itulah mengapa Allah menciptakan kita dengan dua tangan.  Kedua tangan itulah yang akan membuat manusia menjadi sempurna. Kedua tanganlah yang menjadikan manusia tampil sebagai sosok yang lengkap. Kedua tangan itulah yang memberikan hikmah bagi kita tentang kerjasama, kerukunan dan kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526750694059319?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526750694059319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526750694059319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526750694059319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526750694059319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/tembok.html' title='Tembok '/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110533809298334175</id><published>2004-01-22T22:19:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T22:21:32.983-08:00</updated><title type='text'>Juara</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.  Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.&lt;br /&gt;Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.  Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". &lt;br /&gt;Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.  Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt;~Author Unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.  Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.  Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amin&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110533809298334175?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110533809298334175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110533809298334175' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533809298334175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533809298334175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/juara.html' title='Juara'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526681933437512</id><published>2004-01-20T23:23:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:33:39.333-08:00</updated><title type='text'>Api dan Asap</title><content type='html'>Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.  Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. &lt;br /&gt;Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.  Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya ruman-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama. &lt;br /&gt;Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib. &lt;br /&gt;Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author Unknown *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Allah selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang pali berat sekalipun. &lt;br /&gt;Mungkin kita sering bertanya, kenapa harus kita? Kita sudah jatuh, kenapa musibah datang kepada kita. Seolah-olah dia begitu lekat dengan diri kita.  Itu hanya pandangan kita, kita akan tahu setelah kita melewatinya. Tiada hal yang lebih baik pada saat-saat seperti itu melainkan dengan lapang dada. &lt;br /&gt;Itu mungkin adalah sarana Allah untuk menolong kita, mengangkat kita dan menyelamatkan kita. Apa yang tidak mungkin bagi Allah? tidak ada. Everything can be. Kenapa tidak dengan kita? Allah bisa mendatangkan bantuan dengan jutaan cara bahkan dari cara yang mustahil sekalipun dan tidak kita sangka-sangka (&lt;i&gt;Min haytsu laa yah tasibb &lt;/i&gt;) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526681933437512?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526681933437512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526681933437512' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526681933437512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526681933437512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/api-dan-asap.html' title='Api dan Asap'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110533828034654953</id><published>2004-01-16T12:57:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T22:24:40.346-08:00</updated><title type='text'>Cangkir yang Cantik</title><content type='html'>Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.  Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang engrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.  Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"&lt;br /&gt;Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya&lt;br /&gt;begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.&lt;br /&gt;Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. &lt;br /&gt;Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah. &lt;br /&gt;"Teman, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."  Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk Anda. Bentukan -bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai.Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110533828034654953?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110533828034654953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110533828034654953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533828034654953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110533828034654953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/cangkir-yang-cantik.html' title='Cangkir yang Cantik'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526616283244232</id><published>2004-01-15T02:21:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:22:42.833-08:00</updated><title type='text'>God Knows...</title><content type='html'>When you are tired and discouraged from fruitless efforts...&lt;br /&gt;God knows how hard you have tried.&lt;br /&gt;When you've cried so long and your heart is in anguish...&lt;br /&gt;God has counted your tears.&lt;br /&gt;If you feel that your life is on hold and time has passed you by...&lt;br /&gt;God is waiting with you.&lt;br /&gt;When you're lonely and your friends are too busy even for a phone call...&lt;br /&gt;God is by your side. &lt;br /&gt;When you think you've tried everything and don't know where to turn...&lt;br /&gt;God has a solution. &lt;br /&gt;When nothing makes sense and you are confused or frustrated...&lt;br /&gt;God has the answer&lt;br /&gt;If suddenly your outlook is brighter and you find traces of hope...&lt;br /&gt;God has whispered to you. &lt;br /&gt;When things are going well and you have much to be thankful for...&lt;br /&gt;God has blessed you.&lt;br /&gt;When something joyful happens and you are filled with awe...&lt;br /&gt;God has smiled upon you.&lt;br /&gt;When you have a purpose to fulfill and a dream to follow...&lt;br /&gt;God has opened your eyes and called you by name.&lt;br /&gt;Remember that wherever you are or whatever you are facing...&lt;br /&gt;GOD KNOWS&lt;br /&gt;-Author Unknown&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526616283244232?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526616283244232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526616283244232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526616283244232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526616283244232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/god-knows.html' title='God Knows...'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526600346714464</id><published>2004-01-13T02:19:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:20:03.466-08:00</updated><title type='text'>New Attitude</title><content type='html'>To those of you who have pushed me, thank you.&lt;br /&gt;Without you I would have fallen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To those of you who laughed at me, thank you.&lt;br /&gt;Without you I wouldn't have cried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To those of you who just couldn't love me, thank you.&lt;br /&gt;Without you I wouldn't have known real love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To those of you who hurt my feelings, thank you.&lt;br /&gt;Without you I wouldn't have felt them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To those of you who left me lonely, thank you.&lt;br /&gt;Without you I wouldn't have discovered myself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it is to those of you who thought I couldn't do it;&lt;br /&gt;It is you I thank the most,&lt;br /&gt;Because without you I wouldn't have tried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Author Unknown&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526600346714464?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526600346714464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526600346714464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526600346714464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526600346714464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/new-attitude.html' title='New Attitude'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110526594466119921</id><published>2004-01-11T02:16:00.000-08:00</published><updated>2005-01-09T02:19:04.660-08:00</updated><title type='text'>Bibit Tanaman</title><content type='html'>Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. &lt;br /&gt;Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."  Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman." Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian. &lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak. Pilihlah koptimisan, dan pilih kepositifan. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110526594466119921?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110526594466119921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110526594466119921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526594466119921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110526594466119921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/bibit-tanaman.html' title='Bibit Tanaman'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110518428776924383</id><published>2004-01-08T02:55:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T03:47:29.413-08:00</updated><title type='text'>Sebuah nilai</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang kakek yang sedang berada di sebuah taman kecil. Di dekatnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain pasir, membentuk lingkaran. &lt;br /&gt;Ia lalu menghampiri mereka, dan berkata: "Siapa yang mau uang Rp. 10.000!!" Semua anak itu berhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan. Ia lalu berkata, "Kakek akan memberikan uang, tapi, setelah kalian semua melihat ini dulu."  Kakek itu lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya "Siapa yang masih mau dengan uang ini? Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.  "Tapi,... kalau kakek injak bagaimana? ". Lalu, kakek itu malah menjatuhkan uang itu ke tanah dan menginjaknya dengan sepatu. Dipijak dan di tekannya keras-keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan ia kembali bertanya: "Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, kita belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, sebab, tindakan itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang dihadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 10.000. &lt;br /&gt;Siapa saja yang mempunyai nilai maka dia akan diperebutkan, biarpun lusuh, biarpun terkoyak, biarpun terinjak maka nilailah yang akan menentukan dimana dia akan berada.&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita sering terbuai dan tertipu dengan pakaian, dengan bagian luarnya. Kita terkadang lupa dengan nilai yang dimiliki. Kita sering melihat siapa yang berkata bukan apa yang dia katakan. Karena itulah butiran-butiran hikmah dari perkataan orang lain banyak yang hanya lalu saja. Padahal bukanlah pakaian yang dilihat, bukanlah kekayaan yang dilihat, dan bukan pula jabatan. Melainkan hati dan tingkah laku &lt;i&gt;"Inna 'Illaha la yandzuru ila suwarikum wala ila amwalikum. Walakin yandzuru ila qulubikum wa a'alikum"&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Selamat berkarya Sobat, selamat belajar, dan selamat berjuang untuk menghasilkan sebuah nilai. Hidup ini cuma sekali, persembahkanlah yang terbaik di detik ini, jam ini, hari ini, tahun ini dan di kehidupan ini. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110518428776924383?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110518428776924383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110518428776924383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110518428776924383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110518428776924383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2004/01/sebuah-nilai.html' title='Sebuah nilai'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110394160414524093</id><published>2003-12-24T18:17:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T03:45:45.543-08:00</updated><title type='text'>Taman di Pelupuk Matanya</title><content type='html'>&lt;i&gt;Yaa ayya tuhannafsul muthma-innah. Irr ji'ii ilaa Rabbiki radhiyatan mardhiyah.Fad khulii fi'ibaadi. Wad khuli jannatii". Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kedalam syurga-Ku. (Al Fajr: 27-30)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kutatap adik laki-lakiku Eri dengan kepiluan yang mengalir ke seluruh nadi darahku. Wajahnya semakin tirus, kurus tubuhnya menampakkan tulang yang tinggal berbalut kulit. Leukimia telah menggerogoti kegagahannya. Tapi bagiku dia masih tetap gagah. Masih tetap perkasa sekaligus lembut, setiap kuingat betapa SABAR ia mengajar baca tulis Al Quran pada sesama teman mahasiswanya, betapa SANTUN ia membimbing ibu-ibu pengusaha tempe ?plenyet? yang sama sekali buta bisnis untuk memahami lika-liku bisnis, betapa manis ia dengan SUKARELA dan IKHLAS MEMBANTU dan MENDAHULUKAN KEPENTINGAN KAWAN-KAWANNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 47 hari ia terbaring di rumah sakit, dengan darah yang selalu di muntahkan dari mulutnya. Dan hari ini, dua puluh mahasiswa teman-teman Eri ikut terpekur di sini. Semua keluarga berkumpul. Hanya keheningan, kepiluan yang terasa. Tapi Eri seperti tidak merasakan keperihan kami, ia tidak pernah mengeluh. Keharuan selalu menyeruak ke segenap pori-poriku setiap kali kuingat kata-katanya, ketika seorang teman memintanya untuk sabar menghadapi ujian Allah ini, ? Ah, INI BUKAN UJIAN. INI KENIKMATAN DARI ALLAH. Dengan begini, saya kan jadi bisa MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAP-NYA."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, Eri memang seperti layaknya pemuda-pemuda sekarang, kadang ? nakal ? dengan selorohan-selorohannya, kadang ia juga takut mati. Tapi Eri TIDAK PERNAH LUPA MEMBACA AL QUR'AN DAN MENGAJARKANNYA, Eri TIDAK PERNAH LUPA MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN, Eri TIDAK PERNAH LUPA MEMBANTU ORANG MISKIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak?Mbak Lina?itu, itu?Masya Allah?ada taman indah sekali, Mbak! Ayo cepat difoto?ayo?keburu hilaang?? Rengekan Eri mengejutkanku. Aku terhenyak. Telunjuk Eri mengarah pada botol infus. Tapi ia berbicara tentang sebuah taman yang indah, taman yang mana? Taman mana sih Er?, itu kan botol infus?? bujukku perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Mbak Lina sih tidak percaya, ayo dong difoto?? ia terus merengek. Aku hanya terdiam. Seorang teman menyentuh bahuku lembut, mengisyaratkan untuk mengiyakan perkataan Eri? Kelihatannya sudah hampir waktunya? , Lin.? Bisiknya sambil menunjuk jemari kaki Eri yang mulai mengerucut, wajahnya mengerut dan tirus. Tanda-tanda sakratul maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggigit bibir kuat-kuat. Mataku memanas. Aku?aku tak kuat menahan tangis. Kugengam jemari Eri kuat-kuat. Ya Allah?aku ikhlas jika Engkau membawanya pergi sekarang?aku ikhlas! Bisikku diantara gemuruh tangis yang kucoba untuk menahannya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba? Eri muntah darah. Banyak. Setelah itu tubuhnya berangsur kelihatan bercahaya, terlihat sangat sehat dan segar. Berulang kali aku mengucap istighfar, takbir dan tahlil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak, aku merasa sehat. Aku pingin pergi? Ma? Mama? aku pingin pergi jauh. Mbak Lina minta sangu doooong?? Eri merajuk lagi. Aku tergagap. Refleks meraba kantong bajuku dan menyodorkan uang pada Eri. Spontan saja, Eri dengan sigap menerima uluran tanganku, dan menyimpan uang itu di sakunya. Ia bahkan sempat mengucapkan  terimakasih padaku, sebelum memejamkan mata dengan ketenangan yang menakjubkan. Hidungnya teratur menghirup dan menghembuskan udara. Aku terhenyak. Ia hendak pergi jauh. Ia meminta bekal. Astaghfirullah?kenapa aku membekalinya uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku meraih Quran, kubacakan Yasin persis di sisi telinganya. Tuntas hingga ayat terakhir. Kudengar seruan takbir mendesis dari mulut Eri, persis ketika surat Yasin selesai kubacakan. Tubuh Eri dingin. Hidungnya tak lagi menghembus dan menghirup. Jantungnya berhenti berdegup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi raji?uun, desis kami berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bau yang sangat harum menyergap hidungku. Ma, bau wangi nggak?? Mama menggeleng sambil menyusut air mata. Papa?? tanyaku lagi. Papa menggeleng. Kutatap Eri yang memucat, bibirnya tampak mengulas senyum. Taman yang indah yang telah diperlihatkan kepadamu itukah yang berbau begitu semerbak, Eri sayang?? Tanyaku dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA* Al-Hubb Fillah wa Lillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Taman di Pelupuk Matanya, Penulis Intan Savitri, Pelangi Nurani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110394160414524093?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110394160414524093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110394160414524093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110394160414524093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110394160414524093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2003/12/taman-di-pelupuk-matanya.html' title='Taman di Pelupuk Matanya'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110393749183075038</id><published>2003-12-24T17:17:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T03:45:12.266-08:00</updated><title type='text'>Cinta dan Waktu</title><content type='html'>Alkisah di sebuah pulau kecil tinggallah berbagai macam benda&lt;br /&gt;abstrak, ada cinta, ada gembira, ada kesedihan, kekayaan, dan lain&lt;br /&gt;sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu&lt;br /&gt;ketika, badai besar datang dan menghempas pulau kecil itu. Air laut&lt;br /&gt;tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau kecil itu. Semua&lt;br /&gt;penghuni pulau cepat-2 berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat&lt;br /&gt;kebingungan, sebab ia tak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu.&lt;br /&gt;Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara&lt;br /&gt;itu air makin naik dan membasahi kaki cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan sedang mengayuh&lt;br /&gt;perahu. "Kekayaan, kekayaan, tolong aku !" teriak cinta. "Aduh, maaf&lt;br /&gt;cinta", kata kekayaan "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku&lt;br /&gt;tak dapat membawamu serta, karena nanti perahuku tenggelam. Lagipula&lt;br /&gt;tak ada lagi tempat bagimu di perahu ini". Lalu kekayaan cepat-2&lt;br /&gt;mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali karena ditinggalkan&lt;br /&gt;begitu saja oleh kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian lewatlah kegembiraan dengan&lt;br /&gt;perahunya. "Kegembiraan, tolong aku !" teriak cinta. Namun&lt;br /&gt;kegembiraan terlalu senang karena berhasil menemukan perahu, sehingga&lt;br /&gt;ia tidak mendengar teriakan cinta. Air makin tinggi membasahi cinta&lt;br /&gt;sampai ke pinggang, dan cinta panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu lewatlah kecantikan. "Kecantikan, bawalah aku&lt;br /&gt;bersamamu", kata cinta. "Wah cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak&lt;br /&gt;bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini"&lt;br /&gt;kata kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Saat itu juga lewat&lt;br /&gt;kesedihan. "Oh kesedihan, bawalah aku bersamamu", kata cinta. "Maaf&lt;br /&gt;cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ……." jawab&lt;br /&gt;kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan&lt;br /&gt;menenggelamkannya. Pada saat keadaan kritis itulah tiba-2 terdengar&lt;br /&gt;suara "Cinta, mari cepat naik ke perahuku !". Cinta menoleh dan&lt;br /&gt;melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-2 cinta naik ke perahu&lt;br /&gt;itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat orang itu&lt;br /&gt;menurunkan cinta, dan segera pergi lagi. Pada saat itulah cinta sadar&lt;br /&gt;bahwa ia tidak tahu sama sekali siapa orang tua yang telah&lt;br /&gt;menyelamatkannya. Cinta segera menanyakannya kepada penduduk di pulau&lt;br /&gt;itu. "Oh orang tua tadi ? Dia adalah waktu", jawab para&lt;br /&gt;penduduk. "Tapi mengapa ia menyelamatkan aku, bukankah dia tidak&lt;br /&gt;mengenal aku, dan aku tidak mengenal dia. Bahkan teman-2ku yang&lt;br /&gt;mengenal akupun tidak mau menyelamatkan aku", tanya si cinta dengan&lt;br /&gt;keheranan. "Sebab", kata orang itu "HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA&lt;br /&gt;NILAI SESUNGGUHNYA DARI SEBUAH CINTA …………….."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : suara merdeka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110393749183075038?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110393749183075038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110393749183075038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110393749183075038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110393749183075038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2003/12/cinta-dan-waktu.html' title='Cinta dan Waktu'/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110385646076024470</id><published>2003-12-23T18:40:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T03:44:43.883-08:00</updated><title type='text'>Chatting dengan Tuhan </title><content type='html'>BUZZ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Kamu memanggilKu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi&lt;br /&gt;seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu&lt;br /&gt;hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu Menderita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman&lt;br /&gt;memberi ujian dulu, baru pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.&lt;br /&gt;Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.&lt;br /&gt;Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Apa yang menarik dari manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa - doaku tidak dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN has signed out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Unknown (tidak diketahui)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110385646076024470?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110385646076024470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110385646076024470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110385646076024470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110385646076024470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2003/12/chatting-dengan-tuhan.html' title='Chatting dengan Tuhan '/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9756278.post-110382162123532345</id><published>2003-12-23T08:56:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T03:44:08.863-08:00</updated><title type='text'>Posting awal </title><content type='html'>Blogger?? apa tu yah?? hehehe bikin deh nih halaman cuman buat iseng ajah. sebenarnya dah punya tapi yang in isinya mo laen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9756278-110382162123532345?l=resesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://resesi.blogspot.com/feeds/110382162123532345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9756278&amp;postID=110382162123532345' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110382162123532345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9756278/posts/default/110382162123532345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://resesi.blogspot.com/2003/12/posting-awal.html' title='Posting awal '/><author><name>Reys</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05132023169821695899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
